Makna Merdeka, Suara yang Tak Padam


Merdeka bukan sekadar tiupan sangkakala,
bukan pekik sorak di ujung senjata.
Ia ruh yang hidup dalam dada,
ia nurani yang jernih menolak dusta.

Kebebasan bukan liarnya angkara,
bukan berjalan sesukanya langkah kaki.
Tetapi bebas memilih jalan yang mulia,
meski sempit, meski sunyi.

Keadilan bukan adil menurut lidah berkuasa,
melainkan setimbang di timbangan langit.
Ia memihak yang lemah tanpa suara,
ia menegakkan hak yang sering dihimpit.

Apa guna merdeka jika batin terjajah?
Jika kata dibungkam, jika fikir dibelah?
Apa arti bebas bila hati dibui tamak?
Jika hukum tunduk pada harta dan gelap?

Kemerdekaan adalah cahaya yang suci,
dititipkan Tuhan pada bangsa yang mau mengerti.
Ia lahir dari tetes darah dan air mata,
bukan hadiah, bukan sekadar kata.

Maka jagalah ia seperti engkau menjaga iman,
dengan jujur, dengan sabar, dengan amal yang dalam.
Karena kemerdekaan sejati bukan warisan nenek moyang,
melainkan janji kita pada Tuhan:
menjadi adil, berani, dan tetap manusia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tumbang di Ujung Paru-paru

Langkah Kecil Menuju Rumah

Rindu Itu Bernama Ayah