Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2025

"HP" Bagi Anak-Anak Pondok

Gambar
Kebanyakan ya, anak-anak pondok kalau ketemu sama orangtuanya, yang pertama kali dicari itu satu. Yaa... apalagi kalau bukan "HP"? Well... gw nggak mempersalahkan mereka memegang HP. Itu justru sangat wajar, mengingat mereka 24 jam, 7 hari, 4 pekan, 1 bulan, atau bahkan lebih tidak memegang HP. Sehari-hari mereka sudah stress dengan hafalan dan pelajaran yang ada disini (bagi mereka yang serius, of course) Yang tidak wajar adalah ketika HP tersebut merusak pertemuan mereka sama orangtuanya. Membuat renggang hubungan. Jadi, gini ya bro. Tolong diingat, tujuan orangtua kalian semua datang ke sini, itu bukan sekedar "Oh hai! Apa kabar? Sehat-sehat ya!". Atau bukan untuk sekedar menyerahkan HP, lalu mereka pergi lagi. Bukan, bukan untuk basa-basi macam itu. Mereka ingin melepas rindu. Gw belum pernah jadi orangtua (iyalah, nikah aja belum ya kan?). Tapi, tentu saja gw bisa memahami perasaan orangtua ke anaknya. Perasaan orangtua yang terpisah dari anaknya. Meski hanya s...

tidak diinginkan

Gambar
  Aku ti dak tahu sejak kapan ruang ini berhenti berubah. Dindingnya tetap putih, tapi putih yang kotor seperti ingatan yang dipaksakan bersih. Di pojok ruangan ada kursi plastik yang kehilangan satu kaki, miring seperti seseorang yang terlalu lama menunggu dan akhirnya memilih rebah pada ketimpangan. Lampu di langit-langit mendengung pelan, ritmenya seperti napas seseorang yang tidur tapi tidak bermimpi. Aku duduk di lantai yang dingin, menatap garis di antara ubin. Garis itu dulu seperti batas antara sesuatu dan sesuatu yang lain. Sekarang, ia hanya retakan. Aku sudah mencoba menanyakan pada diriku sendiri: apakah aku masih di sini, atau hanya bayangan dari seseorang yang pernah di sini? Di luar jendela, tidak ada luar. Hanya cahaya abu-abu, bukan pagi atau sore, seperti dunia lupa meletakkan mataharinya di posisi mana pun. Aku kadang mendengar langkah, tapi tak ada pintu di ruangan ini. Mungkin langkah itu datang dari dalam kepalaku, mungkin dari dinding yang meniru suara manu...