Satu Hari Lagi

Harapan-harapan yang terberangus
Angan-angan yang perlahan pupus
Mimpi-mimpi yang telah hangus
Memori-memori yang kini terhapus
Parasit yang menggerogoti layaknya tikus
Membunuhku setiap kali napasku berhembus

Jantungku berhenti bekerja
Tubuhku membusuk separuhnya
Otakku dipenuhi sel-sel mati
Indraku tidak lagi berfungsi
Diriku tidak berarti apa-apa
Hidup, tapi tidak memiliki jiwa

Kabut tebal menutupi pandangan
Guruh gemuruh merusak pendengaran
Jeritanku hilang ditelan kesunyian
Semua syarafku mati rasa
Napasku berhenti menghela
Dalam mulutku, hanya darah yang terasa

Menunggu janji yang tak pernah datang
Menumpuk harta yang selalu terasa kurang
Berkutat pada memori-memori yang telah usang
Bergantung pada angan-angan kosong
Memupuk mimpi yang hangus menjadi arang
Berusaha menemukan pecahan-pecahan yang hilang

Yang kuinginkan hanyalah ketenangan 
Jauh dari hiruk pikuk keramaian
Yang kubutuhkan hanyalah kebahagiaan
Bukan kekayaan ataupun jabatan
Yang kuinginkan hanyalah kedamaian
Bukan omong kosong yang diisi oleh kebohongan

Diriku hampir mati berkali-kali
Keberadaanku tidak dihargai
Hanya bergantung pada angan-angan semu
Menjalani hidup seperti hantu
Begitulah, tapi aku masih berada disini
Berusaha untuk tersenyum, dan bertahan hidup satu hari lagi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tumbang di Ujung Paru-paru

Langkah Kecil Menuju Rumah

Rindu Itu Bernama Ayah