Tentang Pohon, Udara, dan Sakura

 
 

Kamu berkata ingin mencintaiku seperti sebuah pohon tunggal di gurun Sahara. Agar hanya dirimu yang kutuju ketika ingin berteduh. Namun, akan ada berapa banyak yang berteduh di bawahmu, jika orang sepertimu hanya ada satu?

Kamu berkata ingin mencintaiku seperti udara. Tak pernah habis dan selalu ada. Akan tapi, apakah kamu tidak menyadari, bahwa udara tak kasat mata dan selalu dianggap tidak ada?

Kamu berkata ingin mencintaiku seperti bunga sakura. Indah tanpa ada cela. Tapi kamu lupa, bahwa dia hanya mekar sesaat saja. Kemudian ia layu tak bersisa?

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tumbang di Ujung Paru-paru

Langkah Kecil Menuju Rumah

Rindu Itu Bernama Ayah