Negeri Absurdisme


 

Katanya demokrasi,
tapi kritik dibungkam,
katanya kaya sumber daya,
tapi rakyat makan harapan.

Pejabat selfie di lokasi banjir,
netizen sibuk klarifikasi sendiri,
hukum tajam ke miskin,
tumpul ke pemilik tambang dan menteri.

Sekolah mahal,
tapi lulusan ditanya: “Punya relasi?”
Pajak naik,
sementara koruptor senyum di podcast pagi.

Oh, wahai negeri,
kau indah di lagu kebangsaan,
tapi nyata seperti lelucon murahan
yang terlalu pahit untuk ditertawakan.

 

Depok, 30 Juni 2025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tumbang di Ujung Paru-paru

Langkah Kecil Menuju Rumah

Rindu Itu Bernama Ayah