Tuan Tanah
Ia duduk di atas kursi tua,
di tanah luas yang bukan miliknya jua.
Ladang digarap oleh tangan renta,
tapi hasilnya masuk ke sakunya.
Petani menunduk dalam debu,
sementara ia bersulang di balik pintu.
Tuan Tanah, pemilik segel dan kata,
tapi tak pernah cicip peluh dan luka.
Tanah subur, rakyat lapar,
keadilan tertidur di ranjang sabar.
Tuan Tanah tertawa lantang—
di atas nyawa yang ia genggam.
Komentar
Posting Komentar