Di Tepi Dunia
Kupandang dunia dalam warna luka.
Langit terbakar, jingga menyala,
Seakan bumi pun tak ingin bicara.
Sendiri di ujung batas dan bayang,
Angin menggugurkan ingatan yang hilang.
Tak ada suara, hanya desah resah,
Mengendap di dada, menolak pasrah.
Gedung menjulang seperti nisan,
Menandai jiwa yang kehilangan tujuan.
Kota sunyi, tak sudi menjawab,
Mengapa aku merasa begitu gelap?
Burung-burung kecil melintasi hampa,
Seperti kenangan yang tak lagi punya nama.
Waktu membeku di pinggir senja,
Meninggalkan aku dan luka yang sama.
Barangkali ini bukan akhir,
Tapi permulaan dari sunyi yang mahir.
Dan jika jatuh adalah bentuk pulang,
Maka biarlah aku jatuh dengan tenang.
Komentar
Posting Komentar