Gema Yang Terlambat
“Beberapa suara tak pernah hilang—ia hanya datang terlambat, membentur dinding waktu, dan pulang ke dada yang masih menunggu.” Di tengah kota Elyria-9, bangunan setinggi langit merangkak naik seperti jari-jari dewa, dan lampu-lampu neon berdenyut dalam bahasa yang hanya dipahami oleh mesin. Udara tak lagi berasal dari bumi—ia buatan, bersih tapi tanpa jiwa. Di jalanan, mobil-mobil melayang tanpa suara. Di langit, drone menari seperti burung-burung dari zaman yang tak dikenal. Dan di antara semua itu, ada satu manusia yang masih berjalan kaki. Namanya Ren. Ia bukan siapa-siapa. Hanya seorang teknisi sinyal tua, bekerja untuk departemen Rekonstruksi Gema—sebuah divisi kecil yang bertugas melacak frekuensi suara yang hilang di waktu lalu. Ia menghabiskan hari-harinya mendengarkan fragmen-fragmen suara, mencoba menyambung kepingan percakapan yang pernah ada. Tapi malam ini berbeda. “Gema adalah kenangan yang tersesat. Ia tak ingin ditemukan, tapi selalu kembali.” Di terminal frekuensi 47B,...